Sabtu, 05 September 2015

FANFICC CALL ME BABY OPPA

HHAII... ini fanfiction berjudul call me baby oppa.. bukan call me babi opah.. hhehe. okeh cus langsung aja baca.. happy reading!!

안여하세여😁😁🎬📹📺☀⛄⛄

CALL ME BABY OPPA

main cast: wu yi fan as kris, nam gyu ri, oh sehoon, im yoon ah
genre: school life, romance, comedy (mungkin yeth)

ah happy reading aja dehh....

CHAPTER 1

GYU RI POV
Pagi-pagi sekali Gyu ri sudah bangun dengan muka kusut, wajah lucunya (ya lucu, kalian tahu? Wajahnya seperti anak kecil) tersapu oleh rambutnya yang berantakan. Pagi ini, ia harus ekstra bertenaga. Hari yang sibuk. Nanti sore, ia juga harus jadi tutor anak SMA. Ia punya murid tutor baru, namanya Kris. Ia belum bertemu anaknya seperti apa. Uuhh… semoga saja anaknya penurut seperti anak yang lain. Ia mengikat rambutnya, memandang sekitar. Apartemennya seperti kapal pecah. Apa aku perlu ahjumma yah?? Nanti aku juga pergi dua hari ke pulau jejuManyun. Bingung. Setelah lama berpikir.. ah.. nanti ah… sudahlah… pasti nanti aku pulang bisa membereskan semuanya. Gumamnya. Ia pikir dengan sendirinya ia bisa membereskan satu apartemen besar dengan barang-barang berterbangan dimana-mana. Kita lihat saja nanti.
YOONA POV
Lain lagi dengan penghuni rumah besar yang sedang meneteskan ilernya untuk terakhir kalinya setelah dibangunkan oleh wanita paruh baya yang selalu mengurusinya. Yoona mengelap ilernya yang tadi jatuh mengenai pipinya. (iuuhh,, jorok). Tapi, itu semua tidak mengurangi kecantikannya.
“Hiyaa!!! Aihh!! Ahjumma!! Jankanman!!” Yoona menggaruk-garuk pipinya.
“tunggu sampai jam berapa?? Ini sudah jam 6!! Ayo! Cepet bangun! Ireohna!!” ahjumma sambil menepuk-nepuk pinggul Yoona.
“ah!!” yoona manyun. Beranjak ke kamar mandi. Kali ini, ahjumma menepuk pinggulnya keras sekali. Sampai merah. Yoona yang masih SMA, selalu bangun telat. Belum pernah ia bangun sendiri, apalagi mandi sendiri (eh, kalo urusan pribadi mah sendiri :D). dan, yang paling telat jika berangkat sekolah. Dan, langganan hukuman. Belum ada yang merubah sikapnya. Sikapnya dilakukan karena orang tuanya meninggalkannya sendirian bahkan dari kecil, dan menengoknya pun sebulan sekali atau setahun sekali.
***
AT KRIS JIBE
“Kris… kau tidak boleh berlibur ke pulau jeju dulu. Ini belum tengah semester, apa kau tidak peduli dengan masa depanmu sendiri?” Amma menatap prihatin kris yang sedang bersiap-siap pergi.
            “Amma….-sekilas ia menatap amma, lalu berbalik lagi-… aku ini belum lama di Korea, jadi aku butuh refreshing dulu deh.” Kris manyun. Baru pertama kali menginjak Korean sudah disuruh-suruh untuk cepat mencari SMA, kan males. Gumamnya.
            “Jadi, aku ke pulau Jeju itung-itung sambil cari SMA amma..- Handphone Kris berbunyi-.. sudah dulu ya amma.” Kris mengecup kening amma. Mengambil handphone lalu pergi. Amma yang melihat punggung kris sempat berdecak.
***
TAORIS POV
“Yeoboseoyo Tao-ah..” kris menjawab telepon dari Tao, ya mereka berjanjian untuk ke pulau Jeju bersama.
            “Hei, Hyung.. kau sekarang sudah bisa bahasa korea yah?- ledek Tao- eh, jadikan hyung?” Tao langsung to the point.
            “Jadilah, tapi katanya sih kalo aku udah efektif masuk SMA, aku harus ada di rumah terus. Katanya mau ada tutor yang ngajarin aku.” Kris memakai jaket sambil memegang telefon di kupingnya.
            “Oh, kayaknya ahjumma mau buat kau ngejar pelajaran express yah? Hyung, kenapa hyung gak bareng SMA denganku?” tao disana sedang jalan-jalan, menuju café  yang dijanjikan buat pertemuannya dengan kris.
            “aish.. udahlah ceritanya nanti aja yah? Aku sedang ke sana nih.” Kris memasukkan sepatu, membuka pintu lalu bergegas mencari taksi.
            “O… ne..” tao menutup telepon.
***
“jadi, aku ke sananya setelah dia efektif masuk yah, ahjumma? O… keurohke, annyeong.” Gyu ri menutup teleponnya, dimasukkan ke dalam tas kecilnya yang selalu menemani kemanapun ia pergi.
           “Nuna!!” seorang pemuda meneriakinya. Menoleh. Gyu ri bingung, dengan pemuda yang ada di belakangnya.
            “N-nugu seyo?” gyu ri terbata-bata saking kagetnya.
            “neun… tao imnida. Eum… mianhe tadi buku ini jatuh”. Tao sambil menyerahkan buku kecil kepada gyu ri. Gyu ri bingung dan kaget karena buku hariannya dipegang oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Dan, ia langsung merebut buku yang dipegang tao.
            “Oh.. gomawosseo…em..” gyu ri membungkukkan badan, dan langsung pergi meninggalkan tao. Dia tidak terbiasa dengan orang yang baru dikenalnya.
            “eh,,, Nuna!! Jankanman..” tao meneriakinya berlari di sampingnya.
            “Eh… meseun iriya?” gyu ri tampak salah tingkah. Aku tidak sopan  sekali. Dia mencoba untuk memasang tampang sebaik mungkin.
            “Ani.. geunyang>..”
            “ Nuna mau kemana? Maaf. Karena lancang. Boleh, tao ikut nuna?” tao menatap gyu ri yang masih menatap lurus ke depan. Gyu ri kikuk. Dia masih diam. Tao tetap memperhatikannya, menunggu jawaban dari pertanyaannya.
            “eum… mungkin kita searah nuna. Jadi kita bisa bareng ke sana.”
            “mOu? Ehm…-kali ini gyu ri tersenyum- kau mau kemana t- tao-ah?” dan, dia sudah bisa menatapnya. Memang, Gyu ri jika bertemu dengan seseorang yang belum dikenal akan gugup dan mematung seperti itu. Tao tersenyum.
            “Oh.. mau ke café yang biasa di depan lapangan tenis itu noona. Eh, maaf.. em… aku tadi. Eh, apa aku salah memanggil noona? Bisa jadi noona lebih muda dari ku?
            “Oh… gwenchanayo.. aku memang lebih tua darimu..” Gyu Ri tertawa. Tao heran. Dalam hatinya ia bergumam, mana mungkin? Sepertinya dia masih seumuran denganku? Tapi tao memakluminya.
            “Kau tidak perlu heran tao-ah. Hehe… aku juga akan ke sana tao-ah. Ada janji.” Gyu ri menatap arlojinya.
            “Oh.. keurochi..”
***
            “Tunggu dulu. Jam 06.30. sepertinya aku ada janji deh. Terus ini kan hari minggu? Kenapa ahjumma…” Yoona heran setelah ia baru keluar dari kamar mandi. Ahjumma yang melihatnya tersenyum.
            “ini memang hari minggu. Kau yang menyuruhku untuk membangunkanmu tepat jam 06.00. katanya kau ada janji.” Ahjumma sambil mengelap piring. Yoona manyun lagi menghampiri ahjumma.
            “Tapi ahjumma membangunkanku seperti biasa seperti membangunkanku jika aku akan ke sekolah.” Yoona meletakkan handuk di jemuran.
            “Jika aku tidak seperti itu, dan memberi tahu jika hari ini minggu, kau tidak akan bangun. Dan pasti Gyu Ri akan kecewa karena ini.” Ahjumma mengelus pinggul yoona yang tadi ia tepuk keras.
            “Aih…-Yoona teringat nama Gyu Ri- eh, gyu ri eunni? Eunni? Aahhhh>>>>>!!!” yoona berlari ke kamarnya bersiap-siap.

“Ehm… mianhae ahjussi, sepertinya aku berhenti di sini saja.” Kris memutuskan untuk berjalan kaki ke café. Ia ingin ke toko buku mencari brosur SMA. Semoga saja ada. Kris berjalan kaki ke toko buku di depan ia berhenti. Ketika akan memasukinya kris ditabrak oleh seorang perempuan. Bruk!!
            “Ah… mianhae..!!” ia mengangguk-angguk. Kris hanya manggut menanggapinya segera ia masuk ke toko buku.
            “Isshh…. Kenapa aku nggak bangun pagi, kan kasihan gyu ri eonni…” yoona setengah berlari menuju café.
            Di café, gyu ri sedang melihat-lihat pancake yang dipajang sambil memutar-mutarnya. Tao memandanginya.
            “Eh, tao sedang nunggu seseorang? Kenapa nggak pesan makanan?” gyu ri masih melihat pancake sambil memesannya. “yang ini dua ya. Americano-nya dua.” Gyu ri melihat-lihat di sekitar café. Ia memandangi tao yang belum menjawab pertanyaannya.
            “Jadi, siapa? Yang kau tunggu tao-ah?” gyu ri duduk dekat jendela agar yoona bisa melihatnya nanti.
            “Oh-eh… hyung-ku.” Tao duduk di seberang meja agak dekat dengan meja Gyu ri. Memainkan ponsel. Sejenak ia memandangi gyu ri masih heran. Mana mungkin dengan wajah seperti itu dia lebih tua dariku? Mungkin dia seniorku di SMA
            Gyu ri hanya tersenyum sambil menyeruput Americano-nya. Memandang keluar. Sesaat ia melihat seorang perempuan mengenakan mantel dan topi dengan warna senada berlari menuju café. Dan, di belakangnya ada seorang pemuda yang berjalan santai yang sama-sama menuju café.
            Perempuan itu yoona. Gyu ri hanya mendecakkan lidah. Kebiasaan buruk dongsaengnya itu sudah kelewat batas. Setengah jam ngaret nya.
            Yoona masuk sambil membungkuk badan kepada pelayan. Matanya menerawang memandang sekeliling. Satu titik yang menjadi tujuannya. Gyu ri. Ia menghampiri. Gyu ri yang melihatnya langsung mempersilahkan duduk.
            “Minum dulu. Aku pesankan yang hangat. Pasti kau belum sarapan.” Gyu ri meyodorkan sepiring pancake yang masih hangat karena ia sengaja memesan terahir. Di saat yoona duduk, pemuda yang di belakangnya masuk café dan melihat tao dan langsung duduk di hadapan tao.
***
            “Apa kau bersama pemuda itu yoona?” gyu ri sambil memandangi yoona yang sedang makan pancake. Lapar. Yoona menengok kea rah pemuda yang ia tabrak tadi dengan mulut yang penuh pancake.
            “Ani…, aku saja tidak mengenalinya.” Yoona melanjutkan menelan pancakenya.
            “Oh… kirain itu.. namjachingu mu..” gyu ri agak memelankan suara. Tersenyum meledek kea rah yoona. Yoona manyun.
            “iish… aku sangat bersyukur sekali jika itu namjachinguku.. tapi mungkin nggak deh, pantasnya jadi oppa-ku saja (selain oppa untuk pacar, bisa juga untuk kakak adik)” yoona melanjutkan makan. Gyu ri memandang sekitar. Sesaat pandangannya bertabrakan dengan kris yang juga sedang memakan soup. Gyu ri hanya tersenyum kepada kris. Menunjuk tao. Itu hyung-mu? Tao mengangguk. Gyu ri memandang yoona lagi.
            “cepet gih..sudah kesiangan nih. Jadi nggak? Liburan musim dingin akan segera berakhir yoon..” gyu ri memandangi ponselnya.
            “Udah abis niih.. aku ke toilet dulu..” yoona segera berlari.
***
            “apa kau kenal dia tao? Kau sepertinya agak akrab dengannya..”kris menyendok sup terakhirnya. Perutnya agak hangat sekarang.
            “iya.. baru kenal kok.. ohya, percaya gak hyung. Dia itu noona.. mungkin seniorku. Tapi bukan seniorku kelihatannya..” tao menyeruput Americano-nya (ikut-ikutan gyu ri) sambil melihat perempuan yang berlari dari toilet menghampiri gyu ri lalu pergi setelah mereka memberikan salam kepada tao dan kris.
            “omo!!- kris menoleh kepada gyu ri yang hanya terlihat punggungnya saja- kukira ia seangkatan denganku. Wajahnya seperti masih SMA.” Kris berhenti makan soup. Memanglah sudah habis.
            “Iya.. sepertinya dia seorang mahasiswi yang sudah lulus satu jurusan di taeSan universitas.” Tao megingat ketika ia bertanya tentang sekolah gyu ri.
            “Hm…. Kau bertemu di sini?” sekarang giliran kris yang menyeruput Americano-nya.
            “ani… di jalan tadi, saat aku habis nelfon hyung.-tao berdiri- jadi tidak?” tao mengingatkan kris untuk segera berangkat.
            “eh.. jadilah…-kris ikut berdiri- hanya dua hari saja kok. Aku sudah bawa barang-barangku.” Kris menyeret koper yang agak enteng.
            “kau ini.. ya sudah ke rumahku dulu yah? Aku sudah telfon baekhyun dan chanyeol juga, mereka mau ikut.” Tao mengecek ponselnya.
            “mo!! Mereka ikut?” kris terbelalak.
            “Ya iyalah. Kalo kita berdua nanti dikirain maho-an .” Tao tersenyum sinis. kris manyun, dia menjitak tao.
            “Heh… aku ini masih normal tahu…”
            “Iya. Iya” tao kesakitan.
***
            “apa eonni tidak cape? Habis jadi tutor, kerja di café dekat kampus eonni?” yoona berjalan di samping gyu ri yang sedang memandang terus ponselnya. Gyu ri manyun. Aegyo-nya keluar.
            “aku tidak tahu harus berbuat apa? Aku tidak mau tinggal dengan appa. Aku harus hidup sendiri yoon…-gyu ri memandang ponsel lagi- habis ke toko buku, ke apartemenku aja yak?”
            “Aishh.. eonni. Aku pasti dukung eonni deh… eumm.. gundae, bekerja jadi tutor itu lumayan lho. Tapi kenapa eonni cari pekerjaan lain?”
            “yoon… jadi tutor aja Cuma sebentar, dari jam 13.00- 16.00. nah paginya masa’ aku di apartemen terus. Ke rumah kamu juga ada ahjumma saja, kamu sekolah kan? Jangan bilang kamu mau bolos. Aku pengin cari kesibukan diri im yoon ah..” gyu ri membenarkan sepatunya. Yoona hanya manggut-manggut saja.
            “Eh,, jadi nggak nih? Jeju island..hu~~” yoona agak kecewa karena eonni-nya mengajak pulang ke apartemennya. Gyu ri juga manyun.
            “yoona… aku mau pulang dulu mengambil mobil yoon…”
            “Hah? Jadi tadi eonni naik apa ke café?” yoona melongo. Jarak apartemen gyu ri agak jauh dari café ini.
            “naik taksi lah.. Kau pikir aku jalan kaki? Aku malas mengendarai mobil. Nih..-gyu ri melempar kunci ke yoona. Mengisyaratkan jika yoona yang menyetir mobilnya. Padahal sesuai umur, yoona tidak boleh menyetir. Tapi, yoona malah nyengir kuda. Tumben-tumbenan eunni-nya menyuruh menyetir. Mungkin, eunni-nya sedang kalut, takut-takut jika nanti kehilangan control, jadi ia menyuruh adiknya.
            “O.K. deh..”
***
            TING-TONG!! Bel rumah tao yang sedang dihuni baekhyun dan Chanyeol. Baekhyun yang sedang melihat majalah dan chanyeol yang sedang mengunyah roti sambil tiduran kaget bukan kepalang. Mereka buru-buru melihat siapa orang yang di balik pintu di layar monitor. Hwee… tao-ah.. muka datar. Baekhyun membuka pintu.
            “Hwe… lama sekali..-muka masih datar, dan chanyeol sedang mengunyah roti di belakang baekhyun- cepat masuk.” Baekhyun masuk sambil mengambil jaketnya.
            “Tadi Kris-hyung minta sarapan dulu. Hiyaa!! Chanyeol apa kau menghabiskan semuanya? Ini untuk persediaan tahun depan, untuk persediaan hibernasi…”*jiah hibernasi*. Tao memegang toples roti kacang yang kosong.
            “Hwe… di toko banyak kali. Nanti beli aja deh.. ayo kris-hyung…” baekhyun dan chanyeol yang sudah bersiap-siap memandangi tao.
            “Eh, sudah siap ya? Eh, aku juga belum mempersiapkan bajuku.. jankanman>>” tao berlari ke dalam kamarnya. Mereka hanya memandangi tao dengan -_- sweatdrop..
***
“eunnie… dari tadi telfonnya meringkik mulu, aku angkat ya?” yoona yang sedari tadi bosan karena telfon gyu ri berdering tetapi ia tidak mengangkatnya.
            “Tidak perlu yoona, itu telfon dari appa.. tidak usah.” Gyu ri masih focus menyetir. *nah lho bukannya yoona yang menyetir? Cerita sebelumnya..
Ketika mulai memasuki gerbang pulau jeju, tiba-tiba ada beberapa polisi berpatroli, Yoona yang sedang menyetir kaget melotot.
            “Eunnie, ini gimana? Wadduhh…. Kalau ditanya bagaimana?? Huaa!! Otteohke?” yoona panic, ia sedikit memelankan mobilnya.
            “pinggirkan dulu mobilnya, nanti kita tukar tempat duduknya.. ingat, jangan keluar..” gyu ri juga melotot  sambil melepas sabuk pengamannya. Yoona meminggirkan mobilnya di bawah pohon tidak jauh dari gerbang jeju.
            “Tunggu dulu, rasanya ada yang aneh ya yoon??” gyu ri yang sudah berancang-ancang untuk tukar tempat duduk, merasa aneh dengan mobilnya. Yoona juga merasakan hal yang sama. Gyu ri keluar dari mobil. Melihat sesuatu yang terjadi.
            “Aigoo… gembes yoon.., apa ada bengkel di sekitar sini??” gyu ri melihat-lihat sekitar.
            “Aiih… hwee ini gimana? Hwaa!” yoona merengut. Disaat gyu ri mengecek bagasi ada mobil hitam menghampiri mereka. Gyu ri dan yoona sama-sama menatap  mobil itu. Ada yang keluar dari mobil itu, yang satu berambut coklat dan satunya lagi berambut pirang. Mereka Tao dan Kris. Gyu ri yang melihatnya agak terbelalak dan malu.
            “Apa yang terjadi? Kenapa kalian di sini??” Tao mengawali kekikukan.
            “err… tidak hanya.. tidak kok. Eh,, tapi kenapa kalian di sini?” Gyu ri menggaruk-garuk kepala. Yoona memotong.
            “Jangan-jangan kalian mengikuti kami yah?” yoona langsung menuntut. Mereka semua berpandangan dan…
            “hahaha…. Buat apa kami mengikutimu? Emang kamu saja yang ada keperluan? Semua orang pasti ada keperluan untuk ke sini??” kris ikut tertawa.
            “Ah… sudah-sudah, ayo yoon….” Gyu ri mengalihkan pembicaraan.
            “Gundae,eunni..?” yoona menatap eunni dengan heran, katanya mau ngganti ban mobil?
            “emang iya yoon…”
            “Kalian mau ngapain disini? Weh… apa ban kalian bocor dan akan diganti?” Chanyeol ikut menunjuk ban mobil Gyu ri yang gembos. Gyu ri cuek saja dan membuka bagasi untuk mengambil ban danperangkatnya.
            “Sudah.. kau ini wanita. Tidak perlu. Nanti kukumu bisa rusak.” Kris mengambil ban dari GyuRi.
            “Wae? Hajima…” Kris menutup mulut Gyu Ri.
            “sst.. jangan cerewet.” Kris melakukan pekerjaannya. Gyu Ri menatap Tao. Matanya mengatakan bahwa, Tao-sshi, kenapa hyung-mu seperti ini?
            “Eh… tunggu dulu.? Ini ada apa? Kenapa ban ini… aissh.. jinja..” Kris menatap Gyu ri. yang ditatap malah menunduk. Kris menatap Tao  juga, baekhyun dan chanyeol.. tapi yang ditatap hilang. Mereka ternyata mampir dulu ke café seberang. Kris jadi sweatdrop.
            “Eunni, aku kesana dulu yah.. “Yoona ikut-ikutan tao ke café. Sekarang hanya gyu ri dan kris saja disitu. Gyu ri manyun.
            “Ban ini juga kurang angina. Bagaimana bisa nanti dipakai perjalanan jauh?” Kris mengomel pada Gyu ri sambil berlalu ke dalam mobilnya mengambil pompa.
Beberapa menit…
            “Ohya… gomawo ne.. maaf jika merepotkan..” kata Gyu ri sambil menyodorkan minuman yang ia bawa.
            “lain kali jika ingin berlibur, bawa perlengkapannya dong..” kris sambil menenggak minumannya.
           Yang diberi nasihat manyun. “err…” gyu ri kikuk. Seperti biasa jika bertemu dengan orang yang baru dikenal.
            “Apa? Namaku? Kris… singkat kan?” kris menatap sekeliling. Gyu ri menunduk.
            “Oh.. ne.. err-belum selesai Gyu ri berbicara, Tao dan sekawanannya datang..
            “Apa sudah selesai?  Hwe… kris hyung sekarang dapat kecengan baru nih..” celetuk baekhyun. Yang dicandain malah melotot.
            “Hwe.. mungkin jika nanti aku lulus, aku akan menjadikannya kecenganku…” kris malah ikut-ikutan tapi agak lirih dan juga agak terdengar oleh gyu ri.
            “Mo?! Mworagoyeo??” gyu ri pura-pura mendengar, padahal ia hanya mendengar lulus saja. Apa hubungannya dengan kecengan? Bah…
***
            Ya,, begitulah singkat ceritanya. Mereka sudah bertemu dua kali, dan mereka akan bertemu lagi dan lagi.
            “Yoon…matikan saja handphone-nya. Sikkrowo…!!” ketus gyu ri. Yoona hanya manyun  memandangi eunni-nya. Ia segera mengambil handphone-nya.
            “Eh… kalo appa-nim pasti kontaknya diberi nama kan? Ini gak ada namanya hanya nomor doang.” Yoona masih memegang handphone gyu ri tanpa memecet tombol answer.
            “Kalo tahu begitu kenapa tidak dijawab saja?” gyu ri masih kesal, karena tadi appa-nya menelepon dengan kasar.
Percakapan yoona dengan tao…
            “Yeobeoseyo? Nugu ya?” yoona.
            “ye… neun tao, nuna handphone yoona ketinggalan nih…” tao
            “Apa!! Ketinggalan?” yoona berteriak, sampai gyu ri menghentikan mobilnya. Di seberang sana tao malah baru mengira ini suara yoona yang seperti kambing kecempet.
            “Hwe… cheongmal.. kau harus ke….-membaca tempat vila- sakura house di sebelah pantai. Jika kau menginginkan handphonemu,,, hihihihi handphonemu ku sandera.. beep.” Tao mematikan handphone-nya. Ah sialan tao baru kenal aja udah seperti begal yang haus susu kambing.
            “Dari tao? Kau sudah mengenalnya dengan baik, padahal aku saja harus loading dulu baru akrab.” Gyu ri mendinginkan suasana, ia agaknya merasa bersalah kepada yoona karena tadi terlalu ketus.
            “Ah… emang eunnie? Enak aja, ini dari Im yoon ah sendiri, putri yang baik dan banyak teman.” Ucap yoona lebay/. “ohya,eunni… katanya di sakura house, eh bentar itu kan villa yang mau dikunjungi kita kan?”
            “Jinjja? Wae… aku jadi malas ke sana.., aigoo… tempatnya sudah kau pesan yah? Uang sudah terkirim, ck…aku malas bertemu mereka” gyu ri lagi=lagi manyun.
            “Eh.. wae eunnie? Padahal yang aku tahu mereka baik tahu. Tadi aja aku dibeliin coklat oleh bek sapa yah baek seung jo*bah naughty kiss.” yoona ikutan manyun, tapi manyunnya karena bingung dan heran.
            “jiah baekhyun yoon bukan baek seung jo, mereka baik, tapi kris yoon. Aku tidak suka kelakuannya.”
            “tapi, bagaimana dengan ponselku?”, yoona mengingatkan. Hwee.. tidak mau tapi harus mau. Oeeoe.. *yoona nangis guling di tebing*.
            “Okke deh… “gyu ri masih manyun.
 
hwee masih newbie yaak. minta krisar deh...
okeh..



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar