안여하세여😁😁🎬📹📺☀⛄⛄
CALL ME BABY OPPA
main cast: wu yi fan as kris, nam gyu ri, oh sehoon, im yoon ah
genre: school life, romance, comedy (mungkin yeth)
ah happy reading aja dehh....
CHAPTER 1
GYU RI POV
Pagi-pagi
sekali Gyu ri sudah bangun dengan muka kusut, wajah lucunya (ya
lucu, kalian tahu? Wajahnya seperti anak kecil) tersapu oleh rambutnya yang
berantakan. Pagi ini, ia harus ekstra bertenaga. Hari yang sibuk. Nanti sore,
ia juga harus jadi tutor anak SMA. Ia punya murid tutor baru, namanya Kris. Ia
belum bertemu anaknya seperti apa. Uuhh… semoga saja anaknya penurut seperti
anak yang lain. Ia mengikat rambutnya, memandang sekitar. Apartemennya seperti
kapal pecah. Apa aku perlu ahjumma yah?? Nanti aku juga pergi dua hari ke pulau
jejuManyun. Bingung. Setelah lama berpikir.. ah.. nanti ah… sudahlah… pasti
nanti aku pulang bisa membereskan semuanya. Gumamnya. Ia pikir dengan
sendirinya ia bisa membereskan satu apartemen besar dengan barang-barang
berterbangan dimana-mana. Kita lihat saja nanti.
YOONA POV
Lain lagi dengan
penghuni rumah besar yang sedang meneteskan ilernya untuk terakhir kalinya
setelah dibangunkan oleh wanita paruh baya yang selalu mengurusinya. Yoona mengelap
ilernya yang tadi jatuh mengenai pipinya. (iuuhh,, jorok). Tapi, itu semua
tidak mengurangi kecantikannya.
“Hiyaa!!! Aihh!!
Ahjumma!! Jankanman!!” Yoona menggaruk-garuk pipinya.
“tunggu sampai jam
berapa?? Ini sudah jam 6!! Ayo! Cepet bangun! Ireohna!!” ahjumma sambil
menepuk-nepuk pinggul Yoona.
“ah!!” yoona manyun.
Beranjak ke kamar mandi. Kali ini, ahjumma menepuk pinggulnya keras sekali.
Sampai merah. Yoona yang masih SMA, selalu bangun telat. Belum pernah ia bangun
sendiri, apalagi mandi sendiri (eh, kalo urusan pribadi mah sendiri :D). dan,
yang paling telat jika berangkat sekolah. Dan, langganan hukuman. Belum ada
yang merubah sikapnya. Sikapnya dilakukan karena orang tuanya meninggalkannya
sendirian bahkan dari kecil, dan menengoknya pun sebulan sekali atau setahun
sekali.
***
AT KRIS JIBE
“Kris… kau tidak boleh
berlibur ke pulau jeju dulu. Ini belum tengah semester, apa kau tidak peduli
dengan masa depanmu sendiri?” Amma menatap prihatin kris yang sedang
bersiap-siap pergi.
“Amma….-sekilas
ia menatap amma, lalu berbalik lagi-… aku ini belum lama di Korea, jadi aku
butuh refreshing dulu deh.” Kris manyun. Baru pertama kali menginjak Korean sudah
disuruh-suruh untuk cepat mencari SMA, kan males. Gumamnya.
“Jadi,
aku ke pulau Jeju itung-itung sambil cari SMA amma..- Handphone Kris
berbunyi-.. sudah dulu ya amma.” Kris mengecup kening amma. Mengambil handphone
lalu pergi. Amma yang melihat punggung kris sempat berdecak.
***
TAORIS POV
“Yeoboseoyo Tao-ah..”
kris menjawab telepon dari Tao, ya mereka berjanjian untuk ke pulau Jeju
bersama.
“Hei,
Hyung.. kau sekarang sudah bisa bahasa korea yah?- ledek Tao- eh, jadikan
hyung?” Tao langsung to the point.
“Jadilah,
tapi katanya sih kalo aku udah efektif masuk SMA, aku harus ada di rumah terus.
Katanya mau ada tutor yang ngajarin aku.” Kris memakai jaket sambil memegang telefon di kupingnya.
“Oh,
kayaknya ahjumma mau buat kau ngejar pelajaran express yah? Hyung, kenapa hyung
gak bareng SMA denganku?” tao disana sedang jalan-jalan, menuju café yang dijanjikan buat pertemuannya dengan kris.
“aish..
udahlah ceritanya nanti aja yah? Aku sedang ke sana nih.” Kris memasukkan
sepatu, membuka pintu lalu bergegas mencari taksi.
“O…
ne..” tao menutup telepon.
***
“jadi,
aku ke sananya setelah dia efektif masuk yah, ahjumma? O… keurohke, annyeong.”
Gyu ri menutup teleponnya, dimasukkan ke dalam tas kecilnya yang selalu
menemani kemanapun ia pergi.
“Nuna!!”
seorang pemuda meneriakinya. Menoleh. Gyu ri bingung, dengan pemuda yang ada di
belakangnya.
“N-nugu
seyo?” gyu ri terbata-bata saking kagetnya.
“neun…
tao imnida. Eum… mianhe tadi buku ini jatuh”. Tao sambil menyerahkan buku kecil
kepada gyu ri. Gyu ri bingung dan kaget karena buku hariannya dipegang oleh
seseorang yang tidak dikenalnya. Dan, ia langsung merebut buku yang dipegang
tao.
“Oh..
gomawosseo…em..” gyu ri membungkukkan badan, dan langsung pergi meninggalkan
tao. Dia tidak terbiasa dengan orang yang baru dikenalnya.
“eh,,,
Nuna!! Jankanman..” tao meneriakinya berlari di sampingnya.
“Eh…
meseun iriya?” gyu ri tampak salah tingkah. Aku tidak sopan sekali. Dia mencoba untuk memasang tampang
sebaik mungkin.
“Ani..
geunyang>..”
“
Nuna mau kemana? Maaf. Karena lancang. Boleh, tao ikut nuna?” tao menatap gyu
ri yang masih menatap lurus ke depan. Gyu ri kikuk. Dia masih diam. Tao tetap
memperhatikannya, menunggu jawaban dari pertanyaannya.
“eum…
mungkin kita searah nuna. Jadi kita bisa bareng ke sana.”
“mOu?
Ehm…-kali ini gyu ri tersenyum- kau mau kemana t- tao-ah?” dan, dia sudah bisa
menatapnya. Memang, Gyu ri jika bertemu dengan seseorang yang belum dikenal
akan gugup dan mematung seperti itu. Tao tersenyum.
“Oh..
mau ke café yang biasa di depan lapangan tenis itu noona. Eh, maaf.. em… aku
tadi. Eh, apa aku salah memanggil noona? Bisa jadi noona lebih muda dari ku?
“Oh…
gwenchanayo.. aku memang lebih tua darimu..” Gyu Ri tertawa. Tao heran. Dalam
hatinya ia bergumam, mana mungkin? Sepertinya dia masih seumuran denganku? Tapi
tao memakluminya.
“Kau
tidak perlu heran tao-ah. Hehe… aku juga akan ke sana tao-ah. Ada janji.” Gyu
ri menatap arlojinya.
“Oh..
keurochi..”
***
“Tunggu
dulu. Jam 06.30. sepertinya aku ada janji deh. Terus ini kan hari minggu?
Kenapa ahjumma…” Yoona heran setelah ia baru keluar dari kamar mandi. Ahjumma
yang melihatnya tersenyum.
“ini
memang hari minggu. Kau yang menyuruhku untuk membangunkanmu tepat jam 06.00. katanya
kau ada janji.” Ahjumma sambil mengelap piring. Yoona manyun lagi menghampiri
ahjumma.
“Tapi
ahjumma membangunkanku seperti biasa seperti membangunkanku jika aku akan ke
sekolah.” Yoona meletakkan handuk di jemuran.
“Jika
aku tidak seperti itu, dan memberi tahu jika hari ini minggu, kau tidak akan
bangun. Dan pasti Gyu Ri akan kecewa karena ini.” Ahjumma mengelus pinggul
yoona yang tadi ia tepuk keras.
“Aih…-Yoona
teringat nama Gyu Ri- eh, gyu ri eunni? Eunni? Aahhhh>>>>>!!!”
yoona berlari ke kamarnya bersiap-siap.
“Ehm… mianhae ahjussi, sepertinya
aku berhenti di sini saja.” Kris memutuskan untuk berjalan kaki ke café. Ia
ingin ke toko buku mencari brosur SMA. Semoga saja ada. Kris berjalan kaki ke
toko buku di depan ia berhenti. Ketika akan memasukinya kris ditabrak oleh
seorang perempuan. Bruk!!
“Ah…
mianhae..!!” ia mengangguk-angguk. Kris hanya manggut menanggapinya segera ia
masuk ke toko buku.
“Isshh….
Kenapa aku nggak bangun pagi, kan kasihan gyu ri eonni…” yoona setengah berlari
menuju café.
Di
café, gyu ri sedang melihat-lihat pancake yang dipajang sambil
memutar-mutarnya. Tao memandanginya.
“Eh,
tao sedang nunggu seseorang? Kenapa nggak pesan makanan?” gyu ri masih melihat
pancake sambil memesannya. “yang ini dua ya. Americano-nya dua.” Gyu ri
melihat-lihat di sekitar café. Ia memandangi tao yang belum menjawab
pertanyaannya.
“Jadi,
siapa? Yang kau tunggu tao-ah?” gyu ri duduk dekat jendela agar yoona bisa
melihatnya nanti.
“Oh-eh…
hyung-ku.” Tao duduk di seberang meja agak dekat dengan meja Gyu ri. Memainkan
ponsel. Sejenak ia memandangi gyu ri masih heran. Mana mungkin dengan wajah
seperti itu dia lebih tua dariku? Mungkin dia seniorku di SMA
Gyu
ri hanya tersenyum sambil menyeruput Americano-nya. Memandang keluar. Sesaat ia
melihat seorang perempuan mengenakan mantel dan topi dengan warna senada
berlari menuju café. Dan, di belakangnya ada seorang pemuda yang berjalan
santai yang sama-sama menuju café.
Perempuan
itu yoona. Gyu ri hanya mendecakkan lidah. Kebiasaan buruk dongsaengnya itu
sudah kelewat batas. Setengah jam ngaret nya.
Yoona
masuk sambil membungkuk badan kepada pelayan. Matanya menerawang memandang
sekeliling. Satu titik yang menjadi tujuannya. Gyu ri. Ia menghampiri. Gyu ri
yang melihatnya langsung mempersilahkan duduk.
“Minum
dulu. Aku pesankan yang hangat. Pasti kau belum sarapan.” Gyu ri meyodorkan
sepiring pancake yang masih hangat karena ia sengaja memesan terahir. Di saat
yoona duduk, pemuda yang di belakangnya masuk café dan melihat tao dan langsung
duduk di hadapan tao.
***
“Apa
kau bersama pemuda itu yoona?” gyu ri sambil memandangi yoona yang sedang makan
pancake. Lapar. Yoona menengok kea rah pemuda yang ia tabrak tadi dengan mulut
yang penuh pancake.
“Ani…,
aku saja tidak mengenalinya.” Yoona melanjutkan menelan pancakenya.
“Oh…
kirain itu.. namjachingu mu..” gyu ri agak memelankan suara. Tersenyum meledek
kea rah yoona. Yoona manyun.
“iish…
aku sangat bersyukur sekali jika itu namjachinguku.. tapi mungkin nggak deh,
pantasnya jadi oppa-ku saja (selain oppa untuk pacar, bisa juga untuk kakak
adik)” yoona melanjutkan makan. Gyu ri memandang sekitar. Sesaat pandangannya
bertabrakan dengan kris yang juga sedang memakan soup. Gyu ri hanya tersenyum
kepada kris. Menunjuk tao. Itu hyung-mu? Tao mengangguk. Gyu ri memandang yoona
lagi.
“cepet
gih..sudah kesiangan nih. Jadi nggak? Liburan musim dingin akan segera berakhir
yoon..” gyu ri memandangi ponselnya.
“Udah
abis niih.. aku ke toilet dulu..” yoona segera berlari.
***
“apa
kau kenal dia tao? Kau sepertinya agak akrab dengannya..”kris menyendok sup
terakhirnya. Perutnya agak hangat sekarang.
“iya..
baru kenal kok.. ohya, percaya gak hyung. Dia itu noona.. mungkin seniorku.
Tapi bukan seniorku kelihatannya..” tao menyeruput Americano-nya (ikut-ikutan
gyu ri) sambil melihat perempuan yang berlari dari toilet menghampiri gyu ri
lalu pergi setelah mereka memberikan salam kepada tao dan kris.
“omo!!-
kris menoleh kepada gyu ri yang hanya terlihat punggungnya saja- kukira ia
seangkatan denganku. Wajahnya seperti masih SMA.” Kris berhenti makan soup.
Memanglah sudah habis.
“Iya..
sepertinya dia seorang mahasiswi yang sudah lulus satu jurusan di taeSan
universitas.” Tao megingat ketika ia bertanya tentang sekolah gyu ri.
“Hm….
Kau bertemu di sini?” sekarang giliran kris yang menyeruput Americano-nya.
“ani…
di jalan tadi, saat aku habis nelfon hyung.-tao berdiri- jadi tidak?” tao
mengingatkan kris untuk segera berangkat.
“eh..
jadilah…-kris ikut berdiri- hanya dua hari saja kok. Aku sudah bawa barang-barangku.”
Kris menyeret koper yang agak enteng.
“kau
ini.. ya sudah ke rumahku dulu yah? Aku sudah telfon baekhyun dan chanyeol
juga, mereka mau ikut.” Tao mengecek ponselnya.
“mo!!
Mereka ikut?” kris terbelalak.
“Ya
iyalah. Kalo kita berdua nanti dikirain maho-an .” Tao tersenyum sinis. kris
manyun, dia menjitak tao.
“Heh…
aku ini masih normal tahu…”
“Iya.
Iya” tao kesakitan.
***
“apa
eonni tidak cape? Habis jadi tutor, kerja di café dekat kampus eonni?” yoona
berjalan di samping gyu ri yang sedang memandang terus ponselnya. Gyu ri
manyun. Aegyo-nya keluar.
“aku
tidak tahu harus berbuat apa? Aku tidak mau tinggal dengan appa. Aku harus
hidup sendiri yoon…-gyu ri memandang ponsel lagi- habis ke toko buku, ke
apartemenku aja yak?”
“Aishh..
eonni. Aku pasti dukung eonni deh… eumm.. gundae, bekerja jadi tutor itu lumayan
lho. Tapi kenapa eonni cari pekerjaan lain?”
“yoon…
jadi tutor aja Cuma sebentar, dari jam 13.00- 16.00. nah paginya masa’ aku di
apartemen terus. Ke rumah kamu juga ada ahjumma saja, kamu sekolah kan? Jangan
bilang kamu mau bolos. Aku pengin cari kesibukan diri im yoon ah..” gyu ri
membenarkan sepatunya. Yoona hanya manggut-manggut saja.
“Eh,,
jadi nggak nih? Jeju island..hu~~” yoona agak kecewa karena eonni-nya mengajak
pulang ke apartemennya. Gyu ri juga manyun.
“yoona…
aku mau pulang dulu mengambil mobil yoon…”
“Hah?
Jadi tadi eonni naik apa ke café?” yoona melongo. Jarak apartemen gyu ri agak
jauh dari café ini.
“naik
taksi lah.. Kau pikir aku jalan kaki? Aku malas mengendarai mobil. Nih..-gyu ri
melempar kunci ke yoona. Mengisyaratkan jika yoona yang menyetir mobilnya.
Padahal sesuai umur, yoona tidak boleh menyetir. Tapi, yoona malah nyengir
kuda. Tumben-tumbenan eunni-nya menyuruh menyetir. Mungkin, eunni-nya sedang kalut,
takut-takut jika nanti kehilangan control, jadi ia menyuruh adiknya.
“O.K.
deh..”
***
TING-TONG!!
Bel rumah tao yang sedang dihuni baekhyun dan Chanyeol. Baekhyun yang sedang
melihat majalah dan chanyeol yang sedang mengunyah roti sambil tiduran kaget
bukan kepalang. Mereka buru-buru melihat siapa orang yang di balik pintu di
layar monitor. Hwee… tao-ah.. muka datar. Baekhyun membuka pintu.
“Hwe…
lama sekali..-muka masih datar, dan chanyeol sedang mengunyah roti di belakang
baekhyun- cepat masuk.” Baekhyun masuk sambil mengambil jaketnya.
“Tadi
Kris-hyung minta sarapan dulu. Hiyaa!! Chanyeol apa kau menghabiskan semuanya?
Ini untuk persediaan tahun depan, untuk persediaan hibernasi…”*jiah hibernasi*.
Tao memegang toples roti kacang yang kosong.
“Hwe…
di toko banyak kali. Nanti beli aja deh.. ayo kris-hyung…” baekhyun dan
chanyeol yang sudah bersiap-siap memandangi tao.
“Eh,
sudah siap ya? Eh, aku juga belum mempersiapkan bajuku.. jankanman>>” tao
berlari ke dalam kamarnya. Mereka hanya memandangi tao dengan -_- sweatdrop..
***
“eunnie…
dari tadi telfonnya meringkik mulu, aku angkat ya?” yoona yang sedari tadi
bosan karena telfon gyu ri berdering tetapi ia tidak mengangkatnya.
“Tidak
perlu yoona, itu telfon dari appa.. tidak usah.” Gyu ri masih focus menyetir.
*nah lho bukannya yoona yang menyetir? Cerita sebelumnya..
Ketika mulai memasuki gerbang pulau
jeju, tiba-tiba ada beberapa polisi berpatroli, Yoona yang sedang menyetir
kaget melotot.
“Eunnie,
ini gimana? Wadduhh…. Kalau ditanya bagaimana?? Huaa!! Otteohke?” yoona panic,
ia sedikit memelankan mobilnya.
“pinggirkan
dulu mobilnya, nanti kita tukar tempat duduknya.. ingat, jangan keluar..” gyu
ri juga melotot sambil melepas sabuk
pengamannya. Yoona meminggirkan mobilnya di bawah pohon tidak jauh dari gerbang
jeju.
“Tunggu
dulu, rasanya ada yang aneh ya yoon??” gyu ri yang sudah berancang-ancang untuk
tukar tempat duduk, merasa aneh dengan mobilnya. Yoona juga merasakan hal yang
sama. Gyu ri keluar dari mobil. Melihat sesuatu yang terjadi.
“Aigoo…
gembes yoon.., apa ada bengkel di sekitar sini??” gyu ri melihat-lihat sekitar.
“Aiih…
hwee ini gimana? Hwaa!” yoona merengut. Disaat gyu ri mengecek bagasi ada mobil
hitam menghampiri mereka. Gyu ri dan yoona sama-sama menatap mobil itu. Ada yang keluar dari mobil itu,
yang satu berambut coklat dan satunya lagi berambut pirang. Mereka Tao dan
Kris. Gyu ri yang melihatnya agak terbelalak dan malu.
“Apa
yang terjadi? Kenapa kalian di sini??” Tao mengawali kekikukan.
“err…
tidak hanya.. tidak kok. Eh,, tapi kenapa kalian di sini?” Gyu ri
menggaruk-garuk kepala. Yoona memotong.
“Jangan-jangan
kalian mengikuti kami yah?” yoona langsung menuntut. Mereka semua berpandangan
dan…
“hahaha….
Buat apa kami mengikutimu? Emang kamu saja yang ada keperluan? Semua orang
pasti ada keperluan untuk ke sini??” kris ikut tertawa.
“Ah…
sudah-sudah, ayo yoon….” Gyu ri mengalihkan pembicaraan.
“Gundae,eunni..?”
yoona menatap eunni dengan heran, katanya mau ngganti ban mobil?
“emang
iya yoon…”
“Kalian
mau ngapain disini? Weh… apa ban kalian bocor dan akan diganti?” Chanyeol ikut
menunjuk ban mobil Gyu ri yang gembos. Gyu ri cuek saja dan membuka bagasi
untuk mengambil ban danperangkatnya.
“Sudah..
kau ini wanita. Tidak perlu. Nanti kukumu bisa rusak.” Kris mengambil ban dari
GyuRi.
“Wae?
Hajima…” Kris menutup mulut Gyu Ri.
“sst..
jangan cerewet.” Kris melakukan pekerjaannya. Gyu Ri menatap Tao. Matanya mengatakan
bahwa, Tao-sshi, kenapa hyung-mu seperti ini?
“Eh…
tunggu dulu.? Ini ada apa? Kenapa ban ini… aissh.. jinja..” Kris menatap Gyu
ri. yang ditatap malah menunduk. Kris menatap Tao juga, baekhyun dan chanyeol.. tapi yang
ditatap hilang. Mereka ternyata mampir dulu ke café seberang. Kris jadi
sweatdrop.
“Eunni,
aku kesana dulu yah.. “Yoona ikut-ikutan tao ke café. Sekarang hanya gyu ri dan
kris saja disitu. Gyu ri manyun.
“Ban
ini juga kurang angina. Bagaimana bisa nanti dipakai perjalanan jauh?” Kris
mengomel pada Gyu ri sambil berlalu ke dalam mobilnya mengambil pompa.
Beberapa menit…
“Ohya…
gomawo ne.. maaf jika merepotkan..” kata Gyu ri sambil menyodorkan minuman yang
ia bawa.
“lain
kali jika ingin berlibur, bawa perlengkapannya dong..” kris sambil menenggak
minumannya.
Yang
diberi nasihat manyun. “err…” gyu ri kikuk. Seperti biasa jika bertemu dengan
orang yang baru dikenal.
“Apa?
Namaku? Kris… singkat kan?” kris menatap sekeliling. Gyu ri menunduk.
“Oh..
ne.. err-belum selesai Gyu ri berbicara, Tao dan sekawanannya datang..
“Apa
sudah selesai? Hwe… kris hyung sekarang
dapat kecengan baru nih..” celetuk baekhyun. Yang dicandain malah melotot.
“Hwe..
mungkin jika nanti aku lulus, aku akan menjadikannya kecenganku…” kris malah
ikut-ikutan tapi agak lirih dan juga agak terdengar oleh gyu ri.
“Mo?!
Mworagoyeo??” gyu ri pura-pura mendengar, padahal ia hanya mendengar lulus
saja. Apa hubungannya dengan kecengan? Bah…
***
Ya,,
begitulah singkat ceritanya. Mereka sudah bertemu dua kali, dan mereka akan
bertemu lagi dan lagi.
“Yoon…matikan
saja handphone-nya. Sikkrowo…!!” ketus gyu ri. Yoona hanya manyun memandangi eunni-nya. Ia segera mengambil
handphone-nya.
“Eh…
kalo appa-nim pasti kontaknya diberi nama kan? Ini gak ada namanya hanya nomor
doang.” Yoona masih memegang handphone gyu ri tanpa memecet tombol answer.
“Kalo
tahu begitu kenapa tidak dijawab saja?” gyu ri masih kesal, karena tadi
appa-nya menelepon dengan kasar.
Percakapan yoona dengan tao…
“Yeobeoseyo?
Nugu ya?” yoona.
“ye…
neun tao, nuna handphone yoona ketinggalan nih…” tao
“Apa!!
Ketinggalan?” yoona berteriak, sampai gyu ri menghentikan mobilnya. Di seberang
sana tao malah baru mengira ini suara yoona yang seperti kambing kecempet.
“Hwe…
cheongmal.. kau harus ke….-membaca tempat vila- sakura house di sebelah pantai.
Jika kau menginginkan handphonemu,,, hihihihi handphonemu ku sandera.. beep.”
Tao mematikan handphone-nya. Ah sialan tao baru kenal aja udah seperti begal
yang haus susu kambing.
“Dari
tao? Kau sudah mengenalnya dengan baik, padahal aku saja harus loading dulu
baru akrab.” Gyu ri mendinginkan suasana, ia agaknya merasa bersalah kepada
yoona karena tadi terlalu ketus.
“Ah…
emang eunnie? Enak aja, ini dari Im yoon ah sendiri, putri yang baik dan banyak
teman.” Ucap yoona lebay/. “ohya,eunni… katanya di sakura house, eh bentar itu
kan villa yang mau dikunjungi kita kan?”
“Jinjja?
Wae… aku jadi malas ke sana.., aigoo… tempatnya sudah kau pesan yah? Uang sudah
terkirim, ck…aku malas bertemu mereka” gyu ri lagi=lagi manyun.
“Eh..
wae eunnie? Padahal yang aku tahu mereka baik tahu. Tadi aja aku dibeliin
coklat oleh bek sapa yah baek seung jo*bah naughty kiss.” yoona ikutan manyun,
tapi manyunnya karena bingung dan heran.
“jiah
baekhyun yoon bukan baek seung jo, mereka baik, tapi kris yoon. Aku tidak suka
kelakuannya.”
“tapi,
bagaimana dengan ponselku?”, yoona mengingatkan. Hwee.. tidak mau tapi harus
mau. Oeeoe.. *yoona nangis guling di tebing*.
“Okke
deh… “gyu ri masih manyun.
hwee masih newbie yaak. minta krisar deh...
okeh..


